“Wajar gak sih di umur udah segini, tapi hidup masih gini-gini aja?”
Tulisan yang sangat umum kita temui di media sosial bukan?
Sepertinya hampir semua orang pernah mengalami fase serupa, fase membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, seolah ada timeline yang tidak jelas siapa penciptanya. Pada usia tertentu banyak yang mengharapkan sudah memiliki rumah, karier yang mapan, atau istilah kerennya financial freedom di usia muda.
Media sosial memperparah kondisi ini, setiap hari kita melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna. Misal, Promosi jabatan, rumah baru, liburan ke luar negeri, atau pencapaian lain yang mengagumkan.
Sementara kehidupan kita… ya masih gini-gini aja.
Jika mau dipikirkan lebih serius, kenapa sih kita sering merasa tertinggal? Kenapa rasanya selalu ada perlombaan yang harus kita menangkan?
Potongan lirik dari proyek band Dennis Lyxzén mungkin adalah jawabannya “Capitalism stole my virginity, Now it’s taking everything from me.” Kapitalisme bukan sekadar sistem ekonomi, tapi perlahan memengaruhi cara kita menilai diri, mengukur nilai hidup, bahkan rasa cukup atau tidak.
Tanpa sadar kita memperlakukan hidup seperti KPI, menuntut harus mencapai target di setiap bulannya, kalau tidak mencapai kita jadi merasa gagal, Padahal hidup memang tidak selalu harus seperti itu.
Kadang hidup memang berjalan pelan, kadang bahkan terasa stagnan, namun itu bagian yang normal dari menjadi manusia. Mungkin memang kita semua sesekali merasakan hidup seperti “gini-gini aja”.
Dan sangat tidak apa-apa, hidup tidak selalu tentang menjadi yang paling cepat sampai, Hanya cukup tetap berjalan.
Beberapa lagu ini mungkin cocok didengarkan sambil menjalani hidup yang tidak perlu terburu-buru:
Leave a comment